BERSIH DESA

Bersih Desa didefinisikan dalam bahasa Jawa “Karamean sing dibarengi slametan lan dedongan ing padesan saben taun kang lumrahe gegayutan karohmatan ing desa utawa mbeneri dina adeging desa” merupakan sebuah Tradisi tahunan Masyarakat Desa Krisik sebagai bentuk dari instropeksi diri sekaligus bersih-bersih desanya dan membersihkan Petilasan Cikal Bakal, Akal Bakal serta Pepunden Desa disamping itu dilakukan juga kenduri atau selamatan disertai lantunan do’a-do’a yang dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk memohon keselamatan lahir batin dan semua yang baik-baik untuk diri sendiri, keluarga dan Desa Krisik.

Kegiatan Bersih Desa selalu ditandai dengan Ruwatan Murwakala, “luwar saka ing panênung karuwêtan bêbadan lan saka paukuman kang ala” merupakan merupakan pelestarian nilai-nilai budaya warisan leluhur yang adiluhung, penuh dengan simbul makna dan hikmah kebaikan dengan tata cara seperti yang telah diajarkan oleh para Sesepuh dan Aji Sepuh Pendahulu Desa Krisik.

Bersih Desa juga bisa dimaknai sebagai wujud dari Rasa hormat seluruh Perangkat Desa dan Jajaran yang ada dibawahnya serta seluruh masyarakat Desa Krisik pada umumnya, khususnya Masyarakat terhadap Cikal Bakal atau Akal Bakal Desa Krisik. Cikal Bakal atau Akal Bakal adalah seseorang yang telah berfikir dan bertindak untuk mengawali kehidupan di Desa Krisik, melalui Proses Babad Desa atau pembukaan pemukiman baru.

Dalam Bersih Desa, selalu diadakan selamatan atau Kenduri di Pundhen, yaitu papan panggonan kang dipundi-pundi (dihormati) yang menjadi punjer (pusat) dimana Cikal Bakal atau Akal Bakal biasa melakukan ritual memanjatkan do’a kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pundhen ini juga bisa disebut sebagai sadranan dan kegiatan kendurinya disebut Nyadran. Kegiatan Kenduri atau Nyadran ini sebenarnya merupakan kegiatan berdo’a kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Arwah Nenek Moyang dan Para Leluhur diampuni dosanya.

Bagi masyarakat Desa Krisik, kegiatan Bersih Desa ini merupakan sebuah tradisi yang sudah melegenda yang sangat banyak dihadiri oleh Masyarakat desa Krisik maupun orang dari lain Desa Krisik untuk menyaksikan seluruh rangkaian Kegiatan Bersih Desa khususnya kegiatan Parade Budaya dan kirab Jolen yang berisikan ubo rampen untuk selamatan atau kenduri menuju Pundhen. Walaupun kegiatan ini banyak menghabiskan dana, tetapi masyarakat dengan senang hati berpartisipasi dalam penggalangan dana dan juga ikut serta didalam dalam kegiatan Bersih Desa.

Maksud diadakannya kegiatan Bersih Desa adalah sebagai perwujudan dari Rasa Syukur Pemerintah Desa Krisik beserta jajarannya serta seluruh masyarakat Desa Krisik kepada Tuhan Yang Maha Esa atas semua Rahmat, Keselamatan dan Rezeki yang telah dilimpahkan.

Maksud lainya adalah sebagai wujud penghormatan terhadap Cikal Bakal dan Akal Bakal, Para Pinisepuh, Aji Sepuh Pendahulu Desa, yang telah berjasa dalam babad desa hingga Desa Krisik dapat dihuni dan dapat dijadikan lahan pertanian yang subur dengan memanjatkan do’a kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diampuni semua dosanya dan diberikan pahala sesuai dengan amal dan baktinya terhadap Desa Krisik.

  • Melestarikan budaya dan Tradisi Jawa sebagai referensi tata kehidupan berbangsa dan bernegara serta untuk kembali kepada “jati diri” sebagai orang Jawa dan orang yang hidup di Pulau Jawa yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang menjaga keharmonisan hubungan antar manusia, manusia dengan alam maupun manusia dengan Sang Pencipta.
  • Menumbuh kembangkan rasa andap asor dan tepo seliro Masyarakat Desa Krisik dalam bermasyarakat serta bisa mikul dhuwur mêndhêm jêro kepada para leluhur atau sesepuh (cikal bakal, akal bakal) sebagai bibit kawit Desa Krisik.
  • Memunculkan kegiatan pelestarian budaya Bersih Desa dengan rangkaian Iring-ring Kirab Jolen, Parade Budaya, Wayang Kulit, Ruwatan Murwakala, Langen Beksan Tayub sebagai icon wisata budaya sehingga mempunyai nilai jual bagi wisatawan domestik maupun manca negara.

Kebiasaan sosial yang berkembang di Desa Krisik adalah acara ritual Bersih Desa. Setiap Dusun selalu menyelenggarakan acara ini secara rutin setiap tahunnya. Acara ini merupakan acara yang pada prinsipnya adalah acara selamatan Dusun diisi dengan hiburan Kesenian Rakyat dan juga parade seni pada saat mengantarkan sesaji ke tempat yang dikeramatkan.

Pada masa Lurah Sastro Wiratmo Suratmin, kegiatan Bersih Desa untuk Dusun Krisik dan Dusun Wonorejo diadakan sangat meriah, untuk menjamu masyarakat dan tamu yang datang, warga desa mengadakan swadaya membeli seekor kerbau. Pada waktu itu diadakan juga lomba dan pameran meliputi lomba menghias Jolen dan pameran produk unggulan pertanian, diikuti seluruh RT yang ada di Desa Krisik, bagi RT terbaik akan mendapatkan hadiah dari Lurah Krisik.


Jolen yang dijadikan lomba, sebenarnya dipakai sebagai tempat untuk membawa tumpeng dan perlengkapannya (nasi gurih dan dan lauk pauknya) untuk selamatan.Jolen adalah tempat untuk membawa makanan, yang berbentuk seperti rumah jawa timuran, dan cara membawanya dipikul oleh 2 atau 4 orang Seluruh RT yang sudah membawa jolen berkumpul di rumah Lurah kemudian diadakan selamatan bersama, tumpeng dan lauknya kemudian dimakan bersama seluruh warga yang hadir, sisanya dibawa pulang kemudian dibagikan kepada warga yang tidak dapat hadir.

Pelaksanaan Bersih Desa masing-masing dusun diuraikan seperti berikut ini :
A. Dusun Krisik
Tempat : Petilasan Rambut Monte
Waktu : Jumat Legi bulan Dulkangidah
Acara Wajib : Tayub, Wayang Kulit, Jaranan

B. Dusun Wonorejo
Tempat : Petilasan Watu Dakon
Waktu : Jumat Legi bulan Dulkangidah
Acara Wajib : Tayub, Wayang Kulit, Jaranan

C. Dusun Tirtomoyo
Tempat : Makam Ki Ageng Sunan Mbah Bodho
Waktu : Jumat Pahing bulan Dulkangidah
Acara Wajib : Wayang Kulit, Jaranan

D. Dusun Barurejo
Tempat : Makam Mbah Panji, Petilasan di Sumbermas
Waktu : Jumat Kliwon bulan Dulkangidah
Acara Wajib : Jaranan
Ke depan, kegiatan Bersih Desa ini dapat dikemas dengan lebih baik lagi untuk dapat dijadikan sebagai sebuah wisata budaya dan Religi, dengan melibatkan media masa dan media elektronik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s